Responsive Ads Here

Thursday, November 17, 2016

Konfigurasi DNS Server Pada Debian 8.7 Server

Assalamu'alaikum Wr. Wb. Kali ini saya berbagi tentang bagaimana konfigurasi DNS Server pada Debian 8.6 Server.


A. Pengertian
  DNS singkatan dari Domain Name System adalah sebuah server yang berfungsi untuk mentranslasikan Hostname/Domain menjadi IP Address. Begitu juga dengan sebaliknya, yaitu menerjemahkan IP Address menjadi Hostname/Domain.
B. Latar Belakang
  Dalam dunia internet, komputer berkomunikasi satu sama lain dengan mengenali IP Address-nya, bukan domainnya. Akan tetapi, manusia jauh lebih sulit dalam mengingat angka-angka dibanding dengan huruf.
C. Maksud dan Tujuan
  Maksud dan tujuan dari konfigurasi DNS Server pada Debian 8.6 Server untuk mengubah IP Address Server kita menjadi Domain untuk mempermudah kita dan orang lain untuk menghafalkan nama dari Web kita.
D. Jangka Waktu
  Jangka waktu untuk mengkonfigurasi DNS Server pada Debian 8.6 Server ini kurang lebih 20 menit.
E. Alat dan Bahan
  1. Server
  2. PC untuk meremote server
  3. Akses Internet
F. Langkah Kerja
1. Pertama yang harus kita lakukan adalah install service bind9 dengan perintah
#apt-get install bind9 


2. Selanjutnya, kita harus melakukan konfigurasi. Konfigurasi pertama yang harus dilakukan adalah membuat domain zone. Untuk domain zone ini kita perlu edit pada bagian /etc/bind/named.conf.local dengan menggunakan text editor nano. Maka kita masuk terlebih dahulu pada directory /etc/bind. Kemudian edit dengan nano.
#cd /etc/bind/ 
#nano named.conf.local



3. Kita tambahkan perintah dibawah  //include "/etc/bind/zones.rfc1918";
 zone "smkitif.sch" {
 type master ;
 file "/etc/bind/db.smkitif"; 
 };
 zone "33.16.172.in-addr.arpa" {
 type master ;
 file "/etc/bind/db.172" ;
 };

Berikut adalah keterangan dari masing masing syntax yang ditambahkan diatas

Syntax
Deskripsi
zone “smkitif.sch” {
Syntax ini menunjukkan bahwa kita akan membuat domain name smkitif.sch.
type master;
Syntax ini menunjukkan bahwa domain name yang kita buat (smkitif.sch) adalah primary DNS Server (DNS utama). Ada dua tipe pada DNS, yaitu tipe master dan tipe secondary.
file "/etc/bind/db.smkitif"; 
Menunjukkan lokasi penyimpanan file konfigurasi domain forward. Fungsi file forward adalah menerjemahkan domain name menjadi IP Address.
};
Merupakan penutup dari syntax sebelumnya.
 zone "33.16.172.in-addr.arpa" {
Syntax ini mendeskripsikan domain reverse yang kita buat. Domain reverse bertugas untuk menerjemahkan IP Address menjadi domain name.
file “/etc/bind/db.172”;
Syntax ini menunjukkan lokasi penyimpanan file konfigurasi domain reverse.

4.  Selanjutnya, kita harus membuat file konfigurasi domain forward dan domain reverse. Untuk penamaan domain forward dan domain reverse harus sesuai dengan nama file yang kita tulis pada domain zone. Agar mudah dan tinggal edit, kita bisa copy file konfigurasi dengan nama db.local dan db.127. kita bisa melakukan copy seperti gambar dibawah.
#cp db.local db.smkitif
#cp db.127 db.172

5. Kemudian file domain forward dengan perintah
 #nano db.smkitif

6. Kemudian kita edit dan sesuaikan syntax sesuai gambar dibawah



Berikut keterangan dari masing-masing syntax diatas

Syntax
Deskripsi
smkitif.smkitif.sch.
Mendeklarasikan hostname yang menjadi DNS Server
root.smkitif.sch.
Mendeklarasikan penulisan “@” diganti dengan titik (.), seperti penulisan tersebut menandakan email administrator adalah root@smkitif.sch
IN
Singkatan dari Internet Name, ini digunakan saat kita menggunakan protocol TCP/IP
NS
Singkatan dari Name Server, bertugas untuk mendeklarasikan hostname komputer yang akan menjawab atau melayani request informasi seputar domain name system.
A
A record digunakan untuk membuat sebuah sub domain, sekaligus bertugas mapping dari domain ke IP Address.
CNAME
Digunakan untuk mendeklarasikan domain alias. Dari contoh diatas terlihat bahwa web merupakan alias dari www
MX
Menentukan domain/hostname mana yang akan menjadi mail server. MX diikuti dengan priority, terlihat pada contoh diatas prioritynya adalah 1. Priority yang bisa dipakai adalah 0-65536, semakin kecil nilai prioritynya, maka domain
tersebut akan lebih diprioritaskan menjadi mail server.

7. Selanjutnya kita edit serta konfigurasi domain reverse dengan menggunakan text editor nano.
#nano db.172

8. Kemudian kita edit dan sesuaikan syntax sesuai gambar dibawah



Nah untuk syntax pada domain reverse, hampir sama dengan yang sebelumnya, tetapi ada satu syntax yang baru, yaitu PTR. PTR adalah kebalikan dari A record, jika A record bretugas mapping domain name menjadi IP Address, maka PTR bertugas mapping IP Address menjadi domain name.

Jangan lupa di save dengan cara ctrl + x lalu Y kemudian enter

9. Selanjutnya restart service bind dengan perintah
#service bind9 restart

10. Sebelum melakukan pengujian, pastikan bahwa resolver sudah diarahkan ke IP Address DNS Server
#cat /etc/resolv.conf


11. Selanjutnya kita bisa melakukan pengujian DNS Server dari komputer server. Kita bisa uji menggunakan perintah nslookup
#nslookup smkitif.sch
#nslookup 172.16.33.128  

12. Kemudian kita uji juga dari komputer client. Sebelumnya pastikan bahwa client dapat berkomunikasi dengan server, selain itu pastikan bahwa resolver client telah diarahkan ke IP Server


G. Kesimpulan
  Konfigurasi bind9 mempunyai tingkat sensifitas yang tinggi, jadi ketika kurang satu titik atau kelebihan satu titik saja akan menyebabkan bind9 error, maka dari itu kita harus teliti serta berhati hati agar tidak melakukan kesalahan dalam menulis syntax.

 NB : Untuk konfigurasi yang lain bisa lihat DISINI

Mungkin hanya ini yang bisa saya bagikan. Sekian.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

No comments:

Post a Comment