About

Wednesday, November 16, 2016

Konfigurasi FTP Server Pada Debian 8.6 Server

Assalamu'alaikum Wr. Wb. Kali ini saya akan berbagi tentang apa itu dan langkah kerja menggunakan FTP Server menggunakan aplikasi proFTPd.
A. Pengertian
  FTP singkatan dari File Transfer Protocol adalah protokol yang digunakan untuk bertukar data atau file melalui sebuah jaringan.
B. Latar Belakang
  FTP Server mempermudah user yang ingin mengupload file untuk dibagikan kepada user yang lain, dan user yang ingin mendownload file yang telah diupload oleh user lain dengan file yang ukurannya besar maupun kecil.
C. Maksud dan Tujuan
  Maksud dari kofigurasi FTP ini untuk mempermudah kita upload dan download file (berbagi file) yang diakses dari server.
D. Jangka Waktu
  Jangka waktu saya untuk mengkonfigurasi FTP Server kurang lebih 15 menit
E. Alat dan Bahan
  1. Server Debian 8.6
  2. PC/Laptop untuk meremote server
  3. Akses jaringan
F. Langkah Kerja
1. Pertama kita buka terminal lalu kita remote servernya dan install dulu aplikasi proFTPd dengan perintah #apt-get install proftpd






2. Tunggu proses instalasi





3. Saat proses instalasi, akan keluar keterangan seperti dibawah. Kita pilihkan standalone. Perbedaan antara from inetd dan standalone adalah, jika FTP Server hanya di akses sesekali maka di sarankan memilih opsi from inetd untuk menghemat resource, tapi jika FTP Server di akses secara massal atau bersamaan maka harus menggunakan standalone.


4. Setelah proses install proFTPd selesai, kita akan menambahkan user dan password pada aplikasi proFTPd untuk kita masuk kedalam FTP Server dengan perintah #nano /etc/proftpd/proftpd.conf


5. Kemudian kita tambahkan user. Untuk menambah user kita isikan perintah dipaling bawah dengan perintah
<Anonymous /home/smkbisa/>   (arah older direktori)
User smkbisa                                   (User Penguna ftp)
</Anonymous>

(Untuk smkbisa dapat diganti sesuka yang mengkonfigurasi). Kemudian tekan ctrl + x  lalu y dan enter.

6. Setelah itu kita tambah user yang telah kita buat pada proFTPd untuk menjadi user milik ftp dengan perintah #adduser smkbisa





7. Saat proses, kita akan memasukkan password sebanyak 2x untuk ftp yang ingin kita buat tadi. Untuk password pertama adalah password baru kita dan password kedua adalah password verifikasi dari password baru kita.





8. Setelah itu saya hanya mengisikan Full name, untuk yang lain saya kosongkan. Dan untuk kalian yang ingin konfigurasi bisa isikan sesuka kalian. Setelah kita isikan semua kita pilih Y lalu enter.


9. Kemudian kita restart dulu proFTPd dengan perintah #service proftpd restart

 
10. Setelah itu kita bisa cek apakah ftp sudah bisa dan sudah dapat login dengan user yang telah kita buat tadi. Untuk cek, kita masuk dulu web browser lalu ketikkan pada url ftp://192.168.123.2 (untuk IP tersebut adalah IP milik server saya). Kalau sudah ada tampilan seperti dibawah coba kita masukkan User Name dan Password yang tadi kita buat.





11. Kalau kita sudah bisa masuk dengan Username dan Password yang kita buat tadi, tampilannya akan seperti dibawah.


12. Kemudian bisa kita terapkan menggunakan FileZilla. Di FileZilla saya akan mencoba upload dari PC saya untuk dicopy pada user yang tadi kita buat. Sebelum itu diatas FileZilla kita masukkan dulu user yang tadi kita buat. Kemudian untuk mencopynya saya hanya drop and drag. dibawah ini adalah proses copy.

G. Kesimpulan
  Kesimpulannya dari konfigurasi FTP Server ini sebagai media yang memudahkan kita untuk berbagi data hanya dengan menggunakan media jaringan internet dengan data tersebut berukuran besar maupun kecil.
H. Referensi
  1. http://203.130.243.185/data/eBook%20TKJ/Buku%20Konfigurasi%20Debian%20Server_Ver_BLC-Telkom.pdf 

NB : Untuk konfigurasi yang lain bisa lihat DISINI

Mungkin hanya ini yang bisa saya bagikan. Sekian.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Faiz Ahmad

About Faiz Ahmad

Faiz Ahmad. Salatiga, 28 Juni 2000. Saya hanya seorang Hamba Allah yang masih banyak kekurangan, maka dari itu saya ingin menutupi kekurangan saya dengan melakukan hal yang bermanfaat kepada orang lain. Seperti filosofi tanah “Bermanfaat untuk orang sebanyak mungkin, namun dikenal oleh orang sesedikit mungkin”. Pernahkah kita mengingat jasa tanah? Sedetik saja dalam sehari? Saya rasa hanya sedikit sekali yang mengingatnya, berbeda dengan matahari yang jasanya selalu kita ingat. Padahal kita semua tentu tahu bagaimana jadinya dunia ini jika tidak ada tanah.

Subscribe to this Blog via Email :