About

Wednesday, November 30, 2016

Konfigurasi Mail Server dan Web Server (Squirrelmail) Pada Debian 8.6 Server

Assalamu'alaikum Wr. Wb. Kali ini saya akan berbagi pengalaman tentang bagaimana konfigurasi Mail Server dan Web Server pada Debian 8.6 Server.


A. Pengertian
  Mail Server adalah sebuah aplikasi yang menerima e-mail dari pengguna lokal (dari domain yang sama) maupun pengirim remote dari jaringan lain (internet). Selain itu Mail Server juga mampu mem-forward e-mail tersebut ke Mail Server lainnya untuk dikirim.
  Web Server adalah sebuah sistem komputer yang memproses permintaan dari HTTP deangan dasar protokol yang digunakan unutk membagikan informasi kepada World Wide Web.
  SquirrelMail adalah project atau perangkat lunak bebas untuk Webmail yang menyediakan web-based email client dan proxy server dengan IMAP protokol.
B. Latar Belakang
  Selain untuk mengirimkan e-mail, Mail Server juga bertugas untuk menerima e-mail menggunakan protokol POP atau IMAP. Untuk itu diperlukan juga sebuah POP dan IMAP server agar Mail Server dapat berfungsi dengan sempurna dalam menerima email masuk dari MTA Mail Server lain.
C. Maksud dan Tujuan
  Untuk dapat mengirimkan e-mail, sebuah Mail Server harus memiliki sebuah MTA (Mail Transport Agent) didalamnya. Fungsi utamanya adalah untuk mengirimkan e-mail dari Mail Server lokal ke Mail Server remote.
D. Jangka Waktu
  Untuk jangka waktu pelaksanaan bagi pemula kurang lebih 45 menit.
E. Alat dan Bahan
  1. Server 
  2. PC untuk meremote server
  3. Akses jaringan
F. Langkah Kerja
1. Pertama pastikan kita sudah mengkonfigurasi DNS Server dengan benar pada Server kita.
2. Kemudian kita akan memulai installasi Mail Server. Disini saya menggunakan postfix dan courier. Kita beri perintah pada terminal server dengan perintah
#apt-get install postfix courier-pop courier-imap


3. Pada saat install postfix dan courier kita disuruh mengkonfigurasi postfix. Pilih OK.



4. Setelah kita pilih OK tadi, akan keluar layar pilihan seperti dibawah. Disitu kita pilih "Internet Site".


5.  Kemudian muncul  "System mail name" disitu kita isikan domain yang telah kita konfigurasi pada DNS Server.


6. Disini kita membuat direktori untuk web-based administration. Pilih "Yes"


7. Kemudian kita buat folder mail dengan perintah
# maildirmake /etc/skel/Maildir


8. Kemudian kita edit file main.cf dengan perintah
#nano /etc/postfix/main.cf


9. Kemudian tambahkan perintah berikut pada baris paling bawah file tersebut
home_mailbox = Maildir/
 Jangan lupa kita save dengan perintah ctrl + x lalu Y kemudian enter

10. Setelah itu kita bisa memberi perintah kepada terminal dengan perintah
#dpkg-reconfigure postfix

11. Kemudian kita bisa pilih OK


12. Kemudain kita pilih lagi "Internet Site"


13. Disini kita pilih default dari konfigurasinya saja. Tidak usah dirubah langsung Tab pilih OK kemudian tekan enter.


14. Untuk "Root and postmaster mail recipient" kita kosongin saja. Langsung Tab pilih OK lalu tekan enter


15. Kemudian akan muncul seperti kotak dibawah untuk alamat - alamat penerima email, tidak perlu ditambahkan lagi, default saja. Tekan Tab pilih OK tekan Enter.


16. Kemudian muncul “Force synchronous updates on mail queue“. Disini kita pilih "No". Tekan Tab pilih No kemudian Enter


17. Kemudian pada "Local Networks" kita tambahkan 0.0.0.0/0 dan kita letakkan di paling belakang


18. Setelah itu pada "Use procmail for local delivery?" Kita pilih NO saja. Tab pilih NO kemudian Enter


19. Di "Mailbox size limit (bytes)" kita isikan defaultnya saja (0)


20. Kemudian pada "Local address extention character" kita pilih defaultnya saja (+)


21. Pada "Internet protocols to use" kita pilih "ipv4" kemudian Enter


22. Setelah itu kita restart beberapa service
#service postfix restart
#service courier-pop restart
#service courier-imap restart
#service bind9 restart

23. Setelah kita merestart beberapa service kita bisa tambah user dengan perintah
#adduser [Nama_User]


24. Kemudian kita install squirrelmail dengan perintah
#apt-get install squirrelmail

25. Setelah itu kita tambahkan konfigurasi pada apache2.conf dengan perintah
#nano /etc/apache2/apache2.conf

26. Pada apache2.conf kita tambahkan seperti yang diblok putih pada gambar dibawah
Include "/etc/squirrelmail/apache.conf"

Jangan lupa disave dengan cara tombol kombinasi ctrl + x lalu Y dan tekan Enter

27. Kemudian kita beri perintah pada terminal server agar squirrelmail ini bisa di akses pada web browser, disini kita harus membuat semacam shortcut dari folder “/usr/share/squirrelmail” ke “/var/www” dengan perintah
#ln -s /usr/share/squirrelmail/ /var/www/html/mail

28. Setelah itu coba kita akses. Kalau tampilannya sudah seperti dibawah berarti squirrelmail sudah jadi


29. Kemudian coba kita gunakan untuk mengirim sebuah pesan singkat. sebelum itu kita membuat dulu usernya
=> Kita masuk terlebih dahulu dengan user pertama yang ingin mengirim ke user kedua. Setelah masuk kita pilih compose. Disitu kita isikan "To" yang digunakan untuk mengirim ke penerima pesan atau user kedua tersebut


=> Kemudian kita coba user kedua dibuka, apakah pesan yang dikirim oleh user pertama sudah diterima atau sudah masuk kedalam user kedua.


Gambar diatas tersebut sudah menunjukkan bahwa pengiriman pesan dari user pertama sudah masuk atau sudah diterima oleh user kedua
G. Kesimpulan
  Setelah selesai konfigurasi Mail Server dan Web Server kita sudah bisa membuat sebuah pesan singkat yang bisa kita kirim atau bagikan kepada orang yang masih satu jaringan dengan kita.
H. Referensi
  1. https://en.wikipedia.org/wiki/Web_server
  2. http://203.130.243.185/data/eBook%20TKJ/Buku%20Konfigurasi%20Debian%20Server_Ver_BLC-Telkom.pdf

NB : Untuk konfigurasi yang lain bisa lihat DISINI

Mungkin hanya ini yang bisa saya bagikan. Sekian.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.


Faiz Ahmad

About Faiz Ahmad

Faiz Ahmad. Salatiga, 28 Juni 2000. Saya hanya seorang Hamba Allah yang masih banyak kekurangan, maka dari itu saya ingin menutupi kekurangan saya dengan melakukan hal yang bermanfaat kepada orang lain. Seperti filosofi tanah “Bermanfaat untuk orang sebanyak mungkin, namun dikenal oleh orang sesedikit mungkin”. Pernahkah kita mengingat jasa tanah? Sedetik saja dalam sehari? Saya rasa hanya sedikit sekali yang mengingatnya, berbeda dengan matahari yang jasanya selalu kita ingat. Padahal kita semua tentu tahu bagaimana jadinya dunia ini jika tidak ada tanah.

Subscribe to this Blog via Email :