About

Monday, December 5, 2016

Membuat KVM Pada Debian 8.6 Server

Assalamu'alaikum Wr. Wb. Pada kesempatan kali ini say akan berbagi tentang bagaimana membuat KVM pada Debian 8.6 Server yang berada pada server PROXMOX.


A. Pengertian
  Kernel-based Virtual Machine atau yang biasa dikenal dengan KVM ini adalah virtualisasi infrastruktur untuk kernel L inux yang mengubahnya menjadi sebuah hypervisor. Itu bergabung ke dalam kernel utama Linux di kernel versi 2.6.20, yang dirilis pada tanggal 5 Februari 2007. KVM membutuhkan prosesor dengan ekstensi virtualisasi hardware. KVM juga telah memporting ke FreeDBDS dan Illumos dalam bentuk modul kernel loadable. Aplikasi ini sama, hanya seperti Virtual Box
B. Latar Belakang
 Latar belakang dari kegiatan kali ini adalah kita bisa install OS lain di dalam OS yang sedang kita jalanan atau kita pakai.
C. Maksud dan Tujuan
  Maksud dan tujuan dari kegiatan kali ini adalah saya ingin menginstall sebuah OS didadalam OS Debian 8.6 dalam server.
D. Jangka Waktu
  Jangka waktu yang digunakan pada kegiatan kali ini untuk pemula kurang kebih 45 menit.
E. Alat dan Bahan
  1. Server yang sudah terinstall OS
  2. PC untuk meremote
  3. Akses internet
F. Langkah Kerja
1. Pertama kita bisa remote server kita. setelah kita remote kita bisa ketikkan pada server kita seperti dibawah. Itu digunakan untuk melihat tipe processor yang digunakan. Kalau muncul i686 dan i386 untuk processor 32bit, sedangkan untuk amd64 dan x86_64 untuk processor 64bit.
#arch

2. Setelah itu kita bisa lihat jumlah core atau banyakny VM yang bisa dibuat dengan perintah
#egrep -c '(svm|vmx)' /proc/cpuinfo

3. Kalau kita sudah mengetahui tipe processor dan banyaknya core pada processor, kita bisa mulai install paket KVM. Kita bisa beri perintah install pada server seperti dibawah
#apt-get install qemu-kvm libvirt-bin virtinst bridge-utils

4. Setelah pake KVM terinstall, kita harus meng-enable-kan vhost_net dengan beberapa perintah seperti dibawah
#modprobe vhost_net
#lsmod | grep vhost_net
#echo vhost_net >> /etc/modules

5. Setelah kita meng-enable-kan vhost_net, selanjutnya kita akan mem-bridge eth0 menjadi br0 dengan cara kita mengubah konfigurasi pada /etc/network/interfaces. Disitu kita bisa ubah seperti dibawah.

Sebelumnya kita masuk kedalam /etc/network/interfaces. Defaultnya seperti dibawah




Kemudian kita ubah konfigurasinya menjadi seperti dibawah

iface eth0 inet manual
iface br0 inet static
address 192.168.123.2
netmask 255.255.255.0
network 192.168.123.0
broadcast 192.168.123.255
gateway 192.168.123.1
dns-nameservers 192.168.123.2 192.168.123.1
dns-search smkitif.net
bridge_ports eth0
bridge_stp off
auto br0
Atau bisa ditambahkan seperti gambar yang diblok putih dibawah


6. Kemudian kita reboot dengan perintah
#reboot

7. Setelah selesai reboot bisa kita cek dengan ifconfig kalau sudah berhasil br0 akan berada diatas sendiri




8. Kemudian kita buat folder yang digunakan sebagai tempat penyimpanan KVM nya. Kita beri perintah 
#mkdir -p /var/kvm/images

9. Setelah itu kita bisa mulai menambahkan VM dan mengistall OS ke dalam nya dengan perintah seperti dibawah
#virt-install --name deb1 --ram 512 --disk path=/var/kvm/images/deb1.img,size=8 --vcpus 1 --os-type linux --os-variant debianwheezy --network bridge=br0 --graphic none --console pty,target_type=serial --location 'http://kambing.ui.ac.id/debian/dists/jessie/main/installer-amd64/' --extra-args 'console=ttyS0,115200n8 serial'

10. Tunggu beberapa saat


11. Setelah itu otomatis akan keluar seperti install OS pada umumnya.

G. Kesimpulan
  Jadi kesimmpulannya kita bisa install sebuah sistem operasi didalam sebuah sistem operasi seperti pada Virtual Box.
H. Referensi
  1. https://en.wikipedia.org/wiki/Kernel-based_Virtual_Machine
  2. http://203.130.243.185/data/eBook%20TKJ/Buku%20Konfigurasi%20Debian%20Server_Ver_BLC-Telkom.pdf

NB : Untuk konfigurasi yang lain bisa lihat DISINI

Mungkin hanya ini yang bisa saya bagikan. Sekian.
Assalamu'alaikum Wr. Wb. 

Faiz Ahmad

About Faiz Ahmad

Faiz Ahmad. Salatiga, 28 Juni 2000. Saya hanya seorang Hamba Allah yang masih banyak kekurangan, maka dari itu saya ingin menutupi kekurangan saya dengan melakukan hal yang bermanfaat kepada orang lain. Seperti filosofi tanah “Bermanfaat untuk orang sebanyak mungkin, namun dikenal oleh orang sesedikit mungkin”. Pernahkah kita mengingat jasa tanah? Sedetik saja dalam sehari? Saya rasa hanya sedikit sekali yang mengingatnya, berbeda dengan matahari yang jasanya selalu kita ingat. Padahal kita semua tentu tahu bagaimana jadinya dunia ini jika tidak ada tanah.

Subscribe to this Blog via Email :