Responsive Ads Here

Thursday, November 24, 2016

How to Create Repository Debian 8.6 Use DVD ISO

Assalamu'alaikum Wr. Wb. Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi tentang bagaimana cara membuat repository pada debian 8 menggunakan DVD ISO Debian 8. Sebelum membuat repository, tak ada salahnya kita bahas pengertian dari repository itu sendiri.


A. Pengertian
  Repository adalah suatu kumpulan dari berbagai macam aplikasi atau program untuk sebuah sistem operasi linux atau ringkasnya adalah suatu paket aplikasi dalam distribusi Linux. Repository juga dapat diartikan sebagai paket-paket khusus untuk sebuah program sistem operasi yang selanjutnya paket tersebut di install sehingga memperoleh kinerja yang lebih baik dari sebuah sistem operasi. 
B. Latar Belakang
  Berguna sebagai penyedia layanan kepada client-client tanpa harus terkoneksi dengan internet maka kita harus membuat repository sendiri yang berisikan debian 8 yang terbuat dari ISO Debian 8 DVD 1, DVD 2, DVD 3, Disamping itu kecepatan aksesnya lebih cepat dari pada kita harus ambil repository dari luar.
C. Maksud dan Tujuan
  Agar memberi layanan kepada client tanpa harus mereka mengakses internet. Jadi kita akan menyediakan repository lokal tanpa harus menggunakan akses internet untuk sebuah layanan yang sudah disediakan oleh repository tersebut. Maka pada jaringan lokal kita harus menyediakan sebuah repository yang dibuat menggunakan ISO DVD.
D. Jangka Waktu
  Jangka waktu yang dilaksanakan mulai dari upload iso hingga selesai membuat repository untuk menggunakan jaringan wireless kurang lebih 2 jam.
E. Alat dan Bahan
  1. Server (Debian 8 Installed)
  2. PC untuk meremote server 
  3. ISO Debian 8 DVD 1
  4. ISO Debian 8 DVD 2
  5. ISO Debian 8 DVD 3
F. Langkah Kerja
1. Pertama kita harus sudah memiliki ISO DVD 1, DVD 2, DVD 3 pada server kita. Disini saya sudah memasukkan ISO nya pada Debian 8.6 Server milik saya.


2. Setelah itu kita install beberapa paket debian yang diperlukan untuk membuat repository. Kita bisa ketikkan
#apt-get install apache2 dpkg-dev rsync


3. Setelah kita menginstall beberapa paket kita akan membuat beberapa file directory yang digunakan untuk menempatkan repository yang nanti akan mounting repository tersebut. Perintah yang digunakan
#mkdir /repo
#mkdir /media/dvd1
#mkdir /media/dvd2
#mkdir /media/dvd3
#mkdir -p /repo/pool/
#mkdir -p /repo/dists/jessie/main/binary-amd64/
#mkdir -p /repo/dists/jessie/main/source/


 4.Kemudian kita akan mount 3 iso tersebut menggunakan perintah seperti berikut
#mount -o loop debian-8.6.0-amd64-DVD-1.iso /media/dvd1
#mount -o loop debian-8.6.0-amd64-DVD-2.iso /media/dvd2
#mount -o loop debian-8.6.0-amd64-DVD-3.iso /media/dvd3

5. Kemudian kita masuk directory /media/dvd1/ dan pada directory tersebut kita beri perintah
#rsync -avH pool/ /repo/pool/

tunggu proses rsync selesai


6. Kemudian kita berpindah directory menuju ke /media/dvd2/ dan kita beri perintah yang sama untuk melakukan rsync
#rsync -avH pool/ /repo/pool/

7. Setelah DVD 1 dan DVD 2 kita rsync. Kita akan berpindah directory ke /media/dvd3/ sama seperti DVD 1 dan DVD 2, disitu kita akan me-rysnc DVD 3 dengan perintah
#rsync -avH pool/ /repo/pool/

8. Setelah kita melakukan rsync pada DVD 1, DVD 2, DVD 3, kita berpindah ke directory root kemudian kita masuk pada directory /repo/ dengan perintah
#cd /
#cd /repo/

9. Kemudian kita ls dan lanjut kita daftarkan DVD 1 DVD 2 dan DVD 3 ke package.gz dengan perintah
#ls
#dpkg-scanpackages . /dev/null | gzip -9c > Packages.gz

Tunggu beberapa saat. Biasanya proses ini agak lama, karena kita mendaftarkan DVD 1 DVD 2 dan DVD 3 ke dalam Package.gz dan disitu melakukan scanning serta transfer kedalam file berbentuk gzip. Kalau proses sudah selesai tampilan akan seperti dibawah.


10. Kemudian perintah selanjutnya adalah
#dpkg-scansources . /dev/null | gzip -9c > Source.gz

11. Setelah itu kita pindahkan Packages.gz ke dists/jessie/main/binary-amd64/ dan Sources.gz ke dists/jessie/main/source/  dengan perintah seperti dibawah
#mv Packages.gz dists/jessie/main/binary-amd64/
#mv Sources.gz dists/jessie/main/source/

12. Kemudian keluar dari directory repo/ tetapi masih didalam directory / atau /root dan langsung kita link-kan /repo/ ke /var/www/html/debian dengan cara
#cd ..
#ln -s /repo/ /var/www/html/debian

 13. Setelah itu kita masuk ke penambahan/mengubah repository dengan perintah
#nano /etc/apt/sources.list

14. Dipaling bawah kita bisa tambahkan repository yang barusan kita buat dengan menambahkan
deb http://192.168.123.2/debian jessie main
deb-src http://192.168.123.2/debian jessie main

Sebelum kita mengisikan seperti diatas kita harus memberi pagar/crash (#) repository yang lain dan untuk IP Address yang berwarna merah tersebut tergantung pada IP Address server kita masing-masing.

15. Setelah mengisikan repository yang baru saja kita buat, kita update dahulu
#apt-get update

16. Kemudian kita bisa melihat repository-nya pada web browser dengan mengetikkan IP_Address_server/debian. Contoh IP Address server saya 192.168.123.2
192.168.123.2/debian

Seperti itu tampilan dari repository. Repository tersebut digunakan untuk memberikan layanan kepada client.
G. Kesimpulan
  Kesimpulannya adalah lebih teliti lagi pada saat pengetikkan perintah - perintah nya. apabila salah huruf 1 saja atau salah besar dan kecilnya saja maka akan berakibat fatal atau gagal pada saat percobaan meng update nya.
NB : Untuk konfigurasi yang lain bisa lihat DISINI

Mungkin hanya ini yang bisa saya bagikan. Sekian.
Assalamu'alaikum Wr. Wb. 
 

No comments:

Post a Comment