About

Friday, January 6, 2017

(Topologi Sederhana) Konfigurasi Routing Static Pada Mikrotik

Assalamu'alaikum Wr. Wb. Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi tentang bagaimana cara routing static dengan menggunakan tiga router pada Mikrotik. Nah pada postingan sebelumnya saya mencoba menggunakan simulasi pada Cisco Packet Tracer, dan sekarang saya menggunakan fisik aslinya yang nantinya bisa di implementasi kan pada sebuah sekolah yang bercakupan besar atau pun pada Gedung yang besar. Nah sebelum konfigurasi saya selalu membahas terlebih dahulu mengenai topik yang akan saya posting agar kita dapat memahami konsep kerja dari suatu barang tersebut.

A. Pengertian
  Routing static adalah bentuk routing yang yang terjadi ketika router menggunakan routing yang manual-dikonfigurasi, bukan informasi dari lalu lintas routing dinamis. Dalam banyak kasus, rute statis secara manual dikonfigurasi oleh administrator jaringan dengan menambahkan entri ke dalam tabel routing , meskipun ini mungkin tidak selalu menjadi kasus. Tidak seperti routing dinamis , rute statis tetap dan tidak berubah jika jaringan berubah atau ulang. Routing statis dan routing dinamis tidak saling eksklusif. Kedua routing dinamis dan routing statis biasanya digunakan pada router untuk memaksimalkan efisiensi routing yang dan untuk memberikan backup dalam hal informasi routing dinamis gagal untuk ditukar. Routing statis juga dapat digunakan dalam jaringan stub , atau untuk memberikan gerbang terakhir.
B. Latar Belakang
  Saya ingin mencoba dan mempelajari konsep dari routing static ini. Dan dari postingan sebelumnya saya sudah mencoba simulasi menghubungkan tiga gedung menggunakan konsep Routing Static di Cisco Packet Tracer. Maka pada kesempatan kali ini saya ingin melakukan konfigurasi Routing Static menggunakan Mikrotik RouterBoard.
C. Maksud dan Tujuan
  Ingin mempelajari konsep dan cara kerja dari Routing Static, agar bisa melakukan dan menerapkan bila ada yang membutuhkan. Dan agar lebih mengerti dan memahami konsep dari Routing Jaringan ini.
D. Jangka Waktu 
  Jangka waktu yang dilakukan untuk konfigurasi Routing Static ini kurang lebih 1 jam.
E. Alat dan Bahan 
  1. 3 Buah Mikrotik RouterBoard
  2. 3 Buah Client (Minimal)
  3. 5 Buah Kabel UTP (Minimal)
  4. WinBox
F. Langkah Kerja
1. Pertama kita berdo'a terlebih dahulu agar diberi kelacaran pada saat konfigurasi.

2. Sebelum melakukan konfigurasi, tidak ada salahnya kita membuat sebuah topologinya terlebih dahulu agar memudahkan kita pada saat kita melakukan konfigurasi. Nah topologi yang saya buat seperti dibawah.

3. Setelah kita membuat topologi yang jelas, kita bisa buka WinBox pada client yang berfungsi juga untuk mengkonfigurasi Mikrotik RouterBoard nya.

4. Setelah kita masuk pada WinBox, kita setting Identity pada setiap Mikrotik tersebut sebagai identitas dari Mikrotik Tersebut.

Mikrotik 1

Mikrotik 2

Mikrotik 3



5. Kemudian setelah memberi Identity atau Identitas pada setiap Mikrotik, kita setting IP Address pada setiap Mikrotik yang terhubung ke client maupun ke Mikrotik lain.

Mikrotik 1
ether1 = Menuju ke Router 2
ether2 = Menuju ke Client



Mikrotik 2
ether1 = Menuju ke Router 1
ether2 = Menuju ke Router 3
ether3 = Menuju ke Client



Mikrotik 3
ether1 = Menuju ke Router 2
ether2 = Menuju ke Client


6. Setelah kita men setting IP Address pada setiap router yang terhubung pada client maupun router lain, Kita konfigurasi Routing nya atau kita membuatkan jalur agar antar client di router yang berbeda dapat berkomunikasi.Kita bisa konfigurasi pada
IP => Routes
Mikrotik 1

Pada mikrotik pertama kita buatkan 3 routing, yaitu yang menuju ke client pada Router 2, jalur antara router 2 dan router 3, dan yang menuju ke client router 3

Nah untuk konfigurasi Router 1 Seperti dibawah

Routing ini menuju ke Client dari Router 2

Routing ini yang menuju pada jalur antara Router 2 dan Router 3

Dan Routing yan terakhir ini yang menuju pada Client yang berada pada Router 3




Setelah kita mengkonfigurasi Routing pada Router 1, kita bisa konfigurasi Routing pada Router 2

Mikrotik 2


Nah untuk Router 2 ini kita hanya membuatkan 2 routing, yaitu routing menuju ke Client yang berada pada Router 1 dan menuju pada Router 3.

Dibawah ini adalah konfigurasi dari Router 2

Nah untuk routing yang pertama ini menuju pada Client yang berada pada Router 1

Untuk routing yeng kedua menuju pada client yang berada pada Router 3





Nah setelah kita membuatkan routing pada Router 1 dan Router 2 maka yang terakhir kita membuatkan routing pada Router 3

Mikrotik 3

Nah untuk routing pada Router 3 ini kita membuatkan 3 routing, yaitu pada Client yang berada pada Router 2, Jalur antaran Router 1 dan Router 2 dan yang terakhir yang menuju ke Client yang berada pada Router 1

Dibawah ini 3 routing tersebut

Routing pertama ini adalah yang menuju ke Client yang berada pada Router 2





Untuk routing kedua, routing ini menuju jalur antara Router 1 dan Router 2




Dan routing yang terakhir ini menuju pada Client yang berada pada Router 1




7. Kemudian untuk setiap Client yang berada pada setiap Client akan disetting DHCP, maka pada setiap Router kita setting DHCP Server

Mikrotik 1

Mikrotik 2

Mikrotik 3




8. Nah setelah Client mendapat IP Address secara DHCP dan kita sudah selesai membuat Routing tersebut maka coba terlebih dahulu IP Address yang didapat oleh setiap Client yang berada pada setiap Router udah sesuai atau belum

Client Mikrotik 1

Client Mikrotik 2

Client Mikrotik 3 




9. Setelah itu coba kita ping dari Client satu ke Client yang lain untuk mencoba apakah routing kita berhasil atau tidak

Dari Client Router 1 saya mencoba ping pada Client-Client yang berada pada Router yang berbeda

Mikrotik 1

Dari Client Router 1 saya mencoba ping Client yang berada pada Router 2
Hasilnya Berhasil

Dari Client Router 1 saya mencoba ping interface Router 3 yang terhubung dengan Router 2
Hasilnya berhasil juga

Dari Client Router 1 saya mencoba ping Client yang berada pada Router 3
Hasilnya Berhasil juga

Mikrotik 2


Dari Client Router 2 saya mencoba ping Client yang berada pada Router 1
Hasilnya Berhasil

Dari Client Router 2 saya mencoba ping Client yang berada pada Router 3




Hasilnya juga berhasil

Mikrotik 3

Dari Client Router 3 saya mencoba ping Client yang berada pada Router 2
Hasilnya berhasil

Dari Client Router 3 saya mencoba ping Interface Router 1 yang terhubung pada dengan Router 2
Hasilnya berhasil juga

Dari Client Router 3 saya mencoba ping Client yang berada pada Router 1
Hasilnya juga berhasil

G. Kesimpulan
  Jadi saya berhasil melakukan konfigurasi Routing Static menggunakan 3 Router dengan menggunakan perangkat Mikrotik RouterBoard yang saya punya. Jadi konsep routing ini kita hanya memperlukan jalur target yang akan dituju dan pada saat membuat routingnya kita perlu memasukkan network dari target yang dituju dan perlu mengetahui IP Address interface yang terhubung oleh Router lain sebagai gerbang masuk yang akan dilalui oleh client yang ingin berkomunikasi.
H. Referensi 
  1. https://en.wikipedia.org/wiki/Static_routing 

NB : Untuk konfigurasi yang lain bisa lihat DISINI

Mungkin hanya ini yang bisa saya bagikan. Sekian.
Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Faiz Ahmad

About Faiz Ahmad

Faiz Ahmad. Salatiga, 28 Juni 2000. Saya hanya seorang Hamba Allah yang masih banyak kekurangan, maka dari itu saya ingin menutupi kekurangan saya dengan melakukan hal yang bermanfaat kepada orang lain. Seperti filosofi tanah “Bermanfaat untuk orang sebanyak mungkin, namun dikenal oleh orang sesedikit mungkin”. Pernahkah kita mengingat jasa tanah? Sedetik saja dalam sehari? Saya rasa hanya sedikit sekali yang mengingatnya, berbeda dengan matahari yang jasanya selalu kita ingat. Padahal kita semua tentu tahu bagaimana jadinya dunia ini jika tidak ada tanah.

Subscribe to this Blog via Email :